Urgensi Pendidikan Karakter

 

Karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Individu yang berkarakter baik adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan tiap akibat dari keputusan yang ia buat.

Pembentukan karakter merupakan salah satu tujuan pendidikan nasional. Pasal I UU Sisdiknas tahun 2003 menyatakan bahwa di antara tujuanpendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kecerdasan, kepribadian dan akhlak mulia.

Amanah UU Sisdiknas tahun 2003 itu bermaksud agar pendidikan tidak hanya membentuk insan Indonesia yang cerdas, namun juga berkepribadian atau berkarakter, sehingga nantinya akan lahir generasi bangsa yang tumbuh berkembang dengan karakter yang bernafas nilai-nilai luhur bangsa serta agama.
Baca lebih lanjut

Iklan

Terbanglah Badrikan, raih prestasi setinggi langit !

Terbanglah Badrikan, raih prestasi setinggi langit !.

Melibatkan Pengungsi dalam Pengelolaan Posko Pengungsian

MCK menjadi masalah di banyak posko pengungsian. Tentu saja, tidak semuanya. Ada beberapa titik pengungsian yang berhasil mengelola MCK dan kebersihan posko. SD Gambiranom, Manukan, Condongcatur, Depok adalah salah satu contoh dari sedikit posko pengungsian yang berhasil menata kebersihan posko.

Terdapat 311 pengungsi di posko ini. Saat Merapi meletus pada Jumat dini hari (5/11), mereka berbondong-bondong mengungsi, namun tidak tahu harus ke mana. Mereka bertahan di pinggiran jalan di depan SD. Akhirnya, salah satu guru mengambil keputusan SD tersebut dijadikan posko.

Pengungsi di titik ini menempati 3 ruang, yaitu Ruang Tata Usaha dan Kantor SD. Kondisi ruangan pengungsian ini terlihat bersih, tempat tidur tampak tertata rapi. Begitu juga, selasar sekolah tampak bersih, tempat duduk tertata dengan rapi. Pengungsi, relawan dan pihak sekolah membuat kesepakatan bersama bahwa alas kaki harus dilepas ketika naik ke selasar sekolah. Secara umum, di posko ini, pengungsi dan relawan bekerjasama agar kondisi pengungsian tetap bersih dan rapi.

Baca lebih lanjut

Mendiknas: UN 2010 Tetap Jalan

Ditulis oleh Billy Antoro, tanggal 01-12-2009

Jakarta (Mandikdasmen): Departemen Pendidikan Nasional tetap akan menggelar Ujian Nasional (UN) pada 2010 mendatang. Demikian ditegaskan Menteri Pendidikan Nasional Prof. Dr. Ir. Muhammad Nuh, DEA dihadapan 159 Kepala Sekolah Menengah Kejuruan se-Indonesia dalam ‘Workshop Pendidikan Kewirausahaan di SMK’, Senin (30/11). Workshop yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan SMK Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Depdiknas itu digelar di Gedung A lantai 3 Kompleks Depdiknas, Senayan, Jakarta. Hadir dalam workshop Dirjen Mandikdasmen Prof. Suyanto, Ph.D., Direktur Pembinaan SMK Dr. Joko Sutrisno, dan pejabat di lingkungan Ditjen Mandikdasmen.

GURU PROFESIONAL HARUS KEDEPANKAN TANGGUNG JAWAB

rektorGuru profesional harus lebih mengedepankan tanggung jawab, baik kepada peserta didik, institusi, profesi maupun masyarakat, dari pada menuntut hak, kata Ketua Panitia Sertifikasi Guru Rayon 11, Dr Rochmat Wahab.

“Oleh karena itu, guru profesional perlu meningkatkan terus perbaikan kinerja sebagai wujud profesionalisme, baru menuntut hak untuk peningkatan kesejahteraan, jaminan kesehatan dan keselamatan,” katanya di Yogyakarta, Sabtu.
Baca lebih lanjut

Bantuan Pembangunan Mushola dari Qatar

1220435246_mushola - galerySelama 75 hari kedepan , sepertinya SDN Gambiranom akan memiliki Mushola baru, Mushola dengan tipe 80-90 ini sedang dalam taraf pembangunan di lokasi halaman depan memakan lahan upacara bendera dan tempat bermain bagi anak anak di masa rehat.

Pembangunan ini dilaksanakan sehubungan dengan adanya dana stimulasi dari sebuah yayasan dari Qatar senilai hampir 95-an juta rupiah dari total anggaran pembangunan sekitar 145 juta-an ( detil anggaran bisa dilihat di papan proyek ).

Baca lebih lanjut

Selamat Bertugas Pak Menteri

M-Nuh150Tuntutan era globalisasi yang menjadikan informasi sebagai sumberdaya percepatan perilaku ekonomi, politik, sosial, dan budaya, menyebabkan arus dan daya serap informasi dilakukan melalui media elektronik yang serba cepat pula.

Konteks globalisasi ini juga tidak terhindarkan dalam kebijakan yang terkait dengan tata kelola (governance) kelembagaan. Informasi-informasi yang terkait dengan kebijakan-kebijakan pembangunan pendidikan harus secara serta merta menyesuaikan diri dengan tuntutan-tuntutan perubahan masyarakat lokal dalam prospektif global yang serba cepat pula. Kaidah think globally, act locally adalah salah satu cerminan tentang bagaimana informasi di kawasan dunia dan antar negara memiliki peluang yang sangat cepat untuk merubah perilaku budaya lokal setempat melalui penetrasi informasi.

Baca lebih lanjut