Urgensi Pendidikan Karakter

 

Karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Individu yang berkarakter baik adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan tiap akibat dari keputusan yang ia buat.

Pembentukan karakter merupakan salah satu tujuan pendidikan nasional. Pasal I UU Sisdiknas tahun 2003 menyatakan bahwa di antara tujuanpendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kecerdasan, kepribadian dan akhlak mulia.

Amanah UU Sisdiknas tahun 2003 itu bermaksud agar pendidikan tidak hanya membentuk insan Indonesia yang cerdas, namun juga berkepribadian atau berkarakter, sehingga nantinya akan lahir generasi bangsa yang tumbuh berkembang dengan karakter yang bernafas nilai-nilai luhur bangsa serta agama.
Baca lebih lanjut

Terbanglah Badrikan, raih prestasi setinggi langit !

Terbanglah Badrikan, raih prestasi setinggi langit !.

Mendiknas: UN 2010 Tetap Jalan

Ditulis oleh Billy Antoro, tanggal 01-12-2009

Jakarta (Mandikdasmen): Departemen Pendidikan Nasional tetap akan menggelar Ujian Nasional (UN) pada 2010 mendatang. Demikian ditegaskan Menteri Pendidikan Nasional Prof. Dr. Ir. Muhammad Nuh, DEA dihadapan 159 Kepala Sekolah Menengah Kejuruan se-Indonesia dalam ‘Workshop Pendidikan Kewirausahaan di SMK’, Senin (30/11). Workshop yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan SMK Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Depdiknas itu digelar di Gedung A lantai 3 Kompleks Depdiknas, Senayan, Jakarta. Hadir dalam workshop Dirjen Mandikdasmen Prof. Suyanto, Ph.D., Direktur Pembinaan SMK Dr. Joko Sutrisno, dan pejabat di lingkungan Ditjen Mandikdasmen.

GURU PROFESIONAL HARUS KEDEPANKAN TANGGUNG JAWAB

rektorGuru profesional harus lebih mengedepankan tanggung jawab, baik kepada peserta didik, institusi, profesi maupun masyarakat, dari pada menuntut hak, kata Ketua Panitia Sertifikasi Guru Rayon 11, Dr Rochmat Wahab.

“Oleh karena itu, guru profesional perlu meningkatkan terus perbaikan kinerja sebagai wujud profesionalisme, baru menuntut hak untuk peningkatan kesejahteraan, jaminan kesehatan dan keselamatan,” katanya di Yogyakarta, Sabtu.
Baca lebih lanjut

Selamat Bertugas Pak Menteri

M-Nuh150Tuntutan era globalisasi yang menjadikan informasi sebagai sumberdaya percepatan perilaku ekonomi, politik, sosial, dan budaya, menyebabkan arus dan daya serap informasi dilakukan melalui media elektronik yang serba cepat pula.

Konteks globalisasi ini juga tidak terhindarkan dalam kebijakan yang terkait dengan tata kelola (governance) kelembagaan. Informasi-informasi yang terkait dengan kebijakan-kebijakan pembangunan pendidikan harus secara serta merta menyesuaikan diri dengan tuntutan-tuntutan perubahan masyarakat lokal dalam prospektif global yang serba cepat pula. Kaidah think globally, act locally adalah salah satu cerminan tentang bagaimana informasi di kawasan dunia dan antar negara memiliki peluang yang sangat cepat untuk merubah perilaku budaya lokal setempat melalui penetrasi informasi.

Baca lebih lanjut

Doa Bersama Menjelang UASBN 2009

DSC00042Hari Sabtu ,tanggal 9 Mei 2009 telah dilaksanakan acara Doa Bersama bagi siswa siswi SDN Gambiranom yang akan menempuh UASBN 2009  mulai hari ini tanggal 11 Mei hingga 13 Mei 2009.

Acara dibuka oleh Bpk. Joko Sulistyanto sebagai sekertaris komite, dilanjutkan sambuatan dari Ibu Kepala Sekolah dra. Twinarsih, dan drs. Suharto, M.Si sebagai Ketua Komite SDN. Gambiranom.

Puncak acaraDoa Bersama ini dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. H. MuhyidinMawardi, M.Sc. Beliau adalah gurubesar di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta  dan memiliki kedekatan pula dengan SDN Gambiranom.

Sebelum memimpin doa bersama, Beliau memberi dorongan dan spirit bagi murid murid SDN Gambiranomdalam menempuh UASBN 2009.

Waspadai Internet Bagi Anak-anak

new-suyantoDitulis oleh Prof. Suyanto, Ph.D, tanggal 12-02-2009

Perkembangan teknologi komunikasi yang menjelma dalam bentuk internet  sungguh sangat menakjubkan. Betapa tidak. Melalui miliaran situs yang diadministrasikan dari seluruh pelosok dunia, kita bisa mencari informasi apa saja dengan hampir tiada hambatan. Mengapa begitu? Karena hanya dengan mengetik keyword satu kata saja akan bermunculan alamat situs dalam ratusan ribu yang siap memasok informasi yang kita inginkan, sejak informasi yang sangat mendidik sampai pada informasi yang sangat merusak, sejak dari informasi yang sangat santun sampai pada informasi yang sangat vulgar dan bahkan amat amat sangat tabu sekalipun. Oleh karena itu di jaman internet seperti saat ini nyaris dunia tanpa batas, sehingga Kinichi Ohmae memberanikan diri membuat judul bukunya yang laris itu dengan frasa yang provokatif: The End of The Nation State.  Kalau kita baca  buku itu memang tersirat bahwa negara bangsa semakin pudar, tetapi yang muncul adalah negara dunia, yang kemudian juga melahirkan terminologi borderless world.

Baca lebih lanjut