” Departemen Pendidikan Nasional meluncurkan buku sekolah elektronik yang dapat diakses melalui situsnya di sini. Buku ajar ini telah dibeli hak ciptanya oleh Depdiknas. Dari surat kabar harian Kompas, dikabarkan pemerintah telah menargetkan 295 judul buku sekolah elektronik pada Agustus 2008. Dan saat ini telah terdapat 49 judul buku digital yang dapat diunduh masyarakat lewat internet secara gratis. Dengan adanya buku sekolah elektronik maka siapapun berhak untuk mengunduh, mencetak, memperbanyak dan menjualnya dengan ketepan harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah. ” ( disadur dari sini ) “
Keberadaan BSE memang akan berdampak luas pada implementasi proses belajar anak, Alangkah borosnya apabila BSE ini di print , atau di Photocopy selain boros disisi biaya dan penghematan sumber daya alam terutama kayu dan pulp nya tidak tercapai.
Kebijakan ini akan efektif bila satu sekolah memiliki sambungan internet ( 3.5G, Speedy atau ISP lainnya ) kemudian memiliki minimal satu kelas yang memiliki smart classroom, untuk bisa sharing BSE dan pembahasan interaktive antara Guru dan Murid.
Mengapa disebut smartclassroom ? Kelas ini tidak hanya di dominasi dengan Wallmounted Screen dan LCD Projector saja, tapi boleh dilengkapi dengan Document Camera untuk memperlihatkan model secara 3D, atau buku teks, namun boleh juga dilengkapi dengan Portable Intercative WhiteBoard System, dimana Guru dapat menggunakan whiteboard biasa, bahkan dinding sekalipun sebagai layar interaktif. sehingga proses belajar dan mengajar lebih mnyenangkan dan efisien.
Alat ini sebegitu mudahnya tinggal plug in di port USB , kemudian di kalibrasi 6 koordinat display yang diprojeksikan dari LCD Projector maupun TV Plasma. Bisa berfungsi sebagai Mouse maupun mengubah white board menjadi “touch screen”.
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Ditandai: Smartclassroom


Tulisan di atas saya kutip dari harian kompas online kok, pak. Di atas sudah saya sebutkan sumbernya. Thks.